Listen to me…

Ada beberapa tanya yang kau ucap kala itu, lalu terlintas jawab di hatiku, begini kiranya…

Maukah kamu tetap menjadi pengingatku, saat aku lupa akan banyak hal?

Mengenalmu membuatku merealisasikan banyak hal tentang moment by moment of our day, then later on…let me be your reminder when you forget, let me read for you every words that you’ve written for me, and my words that everything is about you ๐Ÿ™‚

Maukah kamu tetap berada disampingku, saat aku sedang menjadi seorang yang tak terlalu menyenangkan?

Tak akan aku beranjak walau selangkah darimu, saat itu kan kamu temui aku dalam diamku, bukan untuk mengacuhkanmu, tapi biar ku rapal do’a untukmu agar lagi-lagi rindu itu yang akan melembutkan hatimu, membuatmu tahu bahwa saat tak menyenangkan pun kamu tetap ku rindu ๐Ÿ™‚

Maukah kamu bertahan tinggal, saat aku benar-benar menjadi laki-laki kecil yang menyebalkan?

Laki-laki yang menyebalkan itu masih tetap menggemaskan aku saat hal-hal menyebalkannya ia perbuat, laki-laki itu masih ku rindui saat hal tak menyenangkan ia lakui, lalu haruskan aku pergi???

Maukah kamu tetap menjadi termanku bernyanyi, saat suaraku sedang tidak indah didengar telinga?

Pada dasarnya suara ku sudah tidak akan indah didengar telinga, tapi untukmu jangankan bernyanyi, aku tak kan berhenti walau hanya berucap lelucon sore penghiburmu saat letih pulang beraktivitas, atau gelak lepas tawaku saat gelitikmu menggodaku,ย  atau bisa jadi mari kita buat tetap indah alunan lagu itu dari kata-kata manisku berpadu dengan suara emasmu ๐Ÿ™‚

Maukah kamu tetap menghubungiku, saat aku katakan aku tak mau dihubungi?

I do…

Menurutmu bisakah kamu menahan nafasmu barang sejenak?

Karna dihela nafasku ada kamu ๐Ÿ™‚

Maukah kamu tetap berusaha memahami, saat seisi dunia telah menghakimi?

Kamu tidak akan menemukan aku di hadapanmu untuk ikut menghakimimu, pun tidak juga dibelakangmu karna bersiap meninggalkanmu, aku disampingmu…mendampingimu…menggenggam jemarimu, kamu kekuatanku, dan aku menguatkanmu ๐Ÿ™‚

Maukah kamu dengan rendah hati mengalah, saat aku sedang tidak ingin dilawan?

Ada kecupan tulus yang akan segera mendarat di keningmu dengan sangat hangat saat rasa tak ingin dilawan itu berada diantara kita, lalu kita akan lihat, masihkah egomu menguasaimu? ๐Ÿ™‚

Maukah kamu memberi pelukan, saat tangis tak mampu kuelakkan?

Rentang tanganku terbentang segera saat wajahmu bermuram durja, sebelum tangis itu menciumi pipimu, kan ku dekap erat galaumu, lalu ku ciumi jejak tangis di pipimu ๐Ÿ™‚

Maukah kamu tidak beranjak pergi dan tetap mencintai, saat aku sedang berada di titik terendah?

Aku selalu ada…aku selalu ada…aku selalu ada

Mencintaimu dengan dewasa dan bahagia ๐Ÿ™‚

-f.n.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s