Kontemplasi sudut ruang

Kalau sudah masuk rasa-rasa nafsu makan menurun ~ Kalau sudah ngerasa tidur pun serba bingung ~ Kalau sudah masuk timbangan terjun turun ~ Kalau sudah sering lupa ditengah-tengah hal-hal yang sebenarnya sedang mau dilakukan ~ Kalau sudah mulai bangun tidur yang ada malah linglung.

cywfc1_xcaapfs6-jpg-large

Lalu artinya sudah waktunya kamu merenung, apa lah lagi yang membuat kamu bingung?

Berapa kali kamu harus diyakini bahwa semua itu pernah kau lalui? berkali-kali?

Kamu bahkan berkali-kali melewati semua itu walau mungkin dengan perih yang masih membayangi hingga kini

Kamu bisa loh menjalani meski tanpa peluk atau senyum yang katanya bisa menentramkan hati

Atau…

Mungkin juga sudah saatnya kamu pergi sendiri ke tempat yang kau gemari, stasiun kereta api barangkali?

Mungkin pula sudah waktunya kamu bercengkrama bersama seteguk kopi hitam pekat, si penawar perih hati

Mungkin sudah saatnya cerita-cerita dalam buku itu menguasi bagian otakmu, agar terjerat lagi dalam fiksi dan diksi, bukan dijerat oleh absurdnya hati

Mungkin pula piknik asyik juga menarik

Mungkin sekarang bisa mulai dicoba dengan bernafas dengan sebenar-benar kau bernafas rasakan pelan-pelan, jangan terhenti dengan segala isi otak yang merusak hari, jalani saja cukup ucapkan terima kasih untuk apa yang kau alami, jangan goyah, ucapkan dalam hati ini pasti berlalu, seperti yang lalu-lalu 🙂

~f.n.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s