Numb(1)

Tentang kesabaran yang masih ku raba dimana letak ujungnya

Tentang kerinduan yang semakin tak ku bisa tangani lagi apalagi untuk bersembunyi

Tentang amarah yang siap sedia bergejolak kapan saja rasa muak itu hinggap

Riak riuh isi kepala memenuhi segala sepi dimalam hari

Hey!!!

Ini sudah larut malam bahkan sebentar lagi sang fajar akan datang

Apalagi kegaduhan yang seolah menyerbu isi kepala?

Apalagi kericuhan rasa yang bergulat dalam jiwa?

Tak bisakah kita berdamai saja?

Tak bisakah masing-masing saja adalah jalan yang menenangkan nantinya untuk kita?

Ya tidak bisa jika sekarang, tapi itulah pahit yang mungkin harusnya ku nikmati segera, demi kesembuhan jiwa yang semakin teronggok bermuram durja

Lihatlah…

Lihat dengan mata hati, maka kan kau temui aku yang nyaris mati, mati rasa dalam kerinduan yang tak tentu arah, mati kesadaran tentang mana yang realita dan mana yang sungguhnya tak kan pernah ada

Lihatlah kesini…

Aku sudah nyaris tak mampu berjalan lagi, sungguh pun aku tak mau henti, tapi jiwaku sudah letih sekali

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s